UNAS 2013 JUJUR DAN BERPRESTASI
JAMBI – Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh benar-benar geregetan
terhadap ulah sejumlah kepala daerah yang tega memanfaatkan pelaksanaan ujian
nasional (unas) sebagai alat politik. Kepala daerah sering menekan kepala
sekolah supaya siswanya lulus 100 persen. Tapi, itu diniati untuk mendongkrak
popularitas politik di mata masyarakat.
Dalam kunjungan deklarasi Ikrar Unas Jujur dan Berprestasi
di Jambi kemarin (9/2), Nuh mengingatkan para kepala daerah agar tidak lagi
mengintervensi unas untuk kepentingan politik. “Mari kita bertekad, sudah bukan
eranya bupati dan wali kota yang menekan kepala sekolah, “ tegasnya. Nuh
berharap tidak ada lagi kasus kebocoran soal atau contek masal. Entah itu
didasari tekanan kepala daerah maupun penyebab lain. Sebab, kejujuran
pelaksanaan unas merupakan tantangan yang cukup berat. “Tapi tetap harus
dijalankan
Kepada kepala sekolah, menteri asal Surabaya itu berpesan
supaya mereka bisa menjalankan unas dengan jujur. Mumpung masih ada waktu,
kepala sekolah bisa menjalankan program untuk menggenjot kemampuan akademis
siswa. Mulai pemberian materi tambahan hingga latihan-latihan soal. “Guru boleh
menyebar kunci jawaban, tapi khusus saat latihan mengerjakan soal unas,”ungkapnya.